Karena Anak Perempuan Kerap Pakai Celana Pendek, Suami Aniaya Istri dengan Galon dan Raket hingga Tewas


Kesal karena sang istri tak menegur anak perempuannya yang kerap mengenakan celana pendek, suami tega menghabisi istrinya sendiri.

Pembunuhan tersebut dilakukan SH (46) terhadap istrinya EMH (42) di rumah mereka di Jalan Pangeran Hidayahtullah, Banjarmasin Timur, Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Sabtu (7/3/2020) tengah malam.

Kapolsek Banjarmasin Timur Kompol Uskiansyah mengatakan, saat itu korban pulang ke rumah dalam keadaan mabuk mendapati anaknya hanya mengenakan celana pendek.

SH pun kesal dan membangunkan istrinya yang sudah tidur.

"Pelaku pulang ke rumah dalam keadaan mabuk. Pada saat itu pelaku membangunkan istrinya untuk menegur anaknya yang bercelana pendek," ujar Kompol Uskiansyah, saat dikonfirmasi, Minggu (8/3/2020).


Setelah bangun, anak perempuan mereka menyuruh ibunya untuk tak menggubris ayahnya yang datang dalam keadaan mabuk.

Mendengar anaknya berbicara demikian, SH kemudian emosi dan langsung menganiaya istrinya.

SH kemudian mengambil sebuah galon yang berisi air dan menyiramkan ke tubuh istrinya yang masih berada di tempat tidur.

Galon itu juga dilemparkan SH ke istrinya dan mengenai kepala istrinya.

"Saat emosi, pelaku menyiram istrinya air galon. Setelah isinya habis pelaku kemudian melemparkannya ke istrinya dan mengenai kepalanya," ungkap Uskiansyah.

Tak puas menganiaya istrinya dengan galon, SH selanjutnya mengambil raket dan juga pigura foto.

Tanpa merasa kasihan, SH kembali menganiaya istrinya menggunakan raket dan pigura foto.

Menerima serangan suaminya, EMH kemudian tersungkur di dekat tempat tidur dalam keadaan sujud sambil memegang dadanya.

"Korban sempat bilang ke suaminya dadanya sakit, sedangkan suaminya langsung keluar rumah," ujarnya.

Mendengar ribut-ribut, tetangga korban pun berdatangan. Saat itu, EMH sudah tidak sadarkan diri dan dilarikan segera ke rumah sakit.
Namun, sesampainya di rumah sakit, perawat menyatakan korban sudah meninggal dunia.

Para tetangga korban pun melaporkannya ke pihak kepolisian Polsek Banjarmasin Timur.

Menerima laporan dari warga, polisi kemudian memburu SH.

SH berhasil ditangkap tak jauh dari rumahnya dan digelandang ke Mapolsek Banjarmasin Timur.

"Tak lama setelah korban dinyatakan meninggal dunia, pelaku berhasil kita tangkap," ujarnya.

Pelaku, kata Uskiansyah, akan dijerat pasal Undang-undang Kekerasan dalam Rumah Tangga no 44 ayat 3 UU RI No 23/2004.